Tentang Trilogi: Dialog Dengan Jin – Lawan Lupa, Tanah Pendidikan!
Tanah ini bukan sekadar lahan. Ia adalah saksi. Ia adalah janji yang belum selesai.
Trilogi Pertama: Aku Sang Penjaga
Kisah dimulai dari monolog seorang Jin Penjaga Tanah, yang menyimpan kenangan dan luka sejarah. Ia menuturkan bagaimana tanah ini dulu milik kolonial (HCL), kemudian dinasionalisasi pascakemerdekaan untuk pendidikan, hingga akhirnya menjadi tempat berdirinya SMA Negeri 1 Bandung. Sebuah kisah penuh lirih dan sumpah yang dilupakan.
Trilogi Kedua: Hak Siapa Tanah Ini?
Pertanyaan tentang kepemilikan tanah mencuat ke permukaan. Sengketa muncul, hukum bicara, moral diuji. Di tengah absurditas putusan pengadilan, rakyat mempertanyakan: benarkah hukum selalu berpihak pada kebenaran?
Trilogi Ketiga: Dusta Yang Diperhalus
Cerita mencapai klimaks. Konflik moral, absurditas administratif, dan intrik hukum menyatu dalam kisah yang menyesakkan dada. Di sini, Jin dan manusia sama-sama mencari jawaban: siapa yang sesungguhnya harus menjaga masa depan anak-anak bangsa?
Kenapa Harus Dibaca?
Trilogi ini bukan sekadar fiksi. Ia adalah panggilan nurani. Sebuah pengingat bahwa ketika pendidikan dipinggirkan, maka masa depan ikut dijual. Melalui gaya puitis dan alur yang menyayat, pembaca diajak merenung dan bertanya: “Apakah kita benar-benar merdeka atas tanah kita sendiri?”